KEGIATAN/EVENT LPPM

International Community Services

Direktorat Riset, Inovasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRIPM) sukses menyelenggarakan kegiatan International Community Service yang menghadirkan kajian ilmiah internasional terkait penyakit zoonotik dan isu kesehatan masyarakat. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026 ini diinisiasi oleh mahasiswa postdoctoral Universitas Airlangga (UNAIR) dan diikuti oleh civitas akademika, peneliti, serta praktisi kesehatan.

Acara menampilkan dua pemateri internasional dengan latar belakang riset di bidang penyakit infeksi dan zoonosis. Pemateri pertama, Dr. Agumah Nnabuife Bernard dari Ebonyi State University, Nigeria, memaparkan materi berjudul “The potential of freshwater and marine fish for the spread of Campylobacter species and the risk of zoonotic diseases”. Dalam presentasinya, Dr. Agumah menjelaskan temuan terbaru mengenai peran ikan air tawar dan laut sebagai reservoir dan vektor potensial bagi bakteri Campylobacter patogen yang umum terkait dengan diare dan infeksi gastrointestinal pada manusia. Ia menyoroti jalur transmisi yang melibatkan lingkungan perairan yang tercemar, rantai pasok pangan laut, serta praktik penanganan dan pengolahan ikan yang tidak higienis. Dr. Agumah juga menggarisbawahi pentingnya pemantauan kualitas air, pengawasan rantai pasokan seafood, dan penerapan kebijakan sanitasi untuk mengurangi risiko penularan zoonotik dari sumber perikanan.

Pemateri kedua, Dr. Kavitha Manivannan, alumni Bharathidasan University, India, membawakan topik “Potentiality of Sheep and Camels for the Spread of Theileria and Anaplasma spp. Infections and the Risk of Zoonotic Diseases.” Dr. Kavitha menguraikan bukti-bukti epidemiologis mengenai infeksi protozoa Theileria dan bakteri Anaplasma pada hewan ternak seperti domba dan unta, serta implikasinya terhadap kesehatan hewan dan potensi spillover ke manusia. Presentasinya menekankan peran vektor arthropoda (misalnya tungau dan kutu) dalam siklus penularan, pengaruh perubahan iklim dan mobilitas hewan ternak terhadap penyebaran penyakit, serta kebutuhan untuk strategi pengendalian terpadu yang mencakup pemantauan vektor, vaksinasi hewan, dan penguatan kapasitas diagnostik di tingkat lapangan.

Sesi tanya jawab berjalan interaktif, dengan peserta menanyakan aspek deteksi dini, kolaborasi lintas-sektor (One Health), serta rekomendasi kebijakan lokal yang dapat diadaptasi di Indonesia, khususnya dalam konteks pengelolaan sumber daya perikanan dan peternakan di wilayah pesisir dan pedesaan. Kedua narasumber menekankan pendekatan One Health mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan sebagai kerangka penting untuk pencegahan dan mitigasi penyakit zoonotik.

Kegiatan International Community Service ini tidak hanya memperkaya wawasan peserta mengenai dinamika penyebaran penyakit zoonotik di berbagai ekosistem, tetapi juga mendorong jejaring kolaborasi internasional untuk penelitian dan tindakan preventif. DRIPM UNUSA menyatakan komitmennya untuk melanjutkan program-program serupa yang menghubungkan akademisi, mahasiswa, dan pemangku kepentingan guna memperkuat kesiapsiagaan dan respons terhadap ancaman kesehatan global

LppmUnusa

Jika mengalami kendala dalam mengakses dokumen seperti (hak akses, password file, dsb) segera hubungi admin lppm

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *