LPPM UNUSA Raih Pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Tahun 2025

Surabaya – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) kembali menunjukkan komitmennya dalam merespons kebutuhan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pada tahun anggaran 2025, salah satu tim dosen UNUSA memperoleh pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang difokuskan untuk penanganan bencana yang saat ini sedang terjadi.
Pendanaan tersebut diberikan kepada Tim Pengabdian kepada Masyarakat yang diketuai oleh Achmad Syafiuddin, S.Si., M.Phil., Ph.D. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, sebagai wilayah terdampak bencana yang membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi.
Program pengabdian difokuskan pada penanganan kesehatan, pemenuhan gizi, dan perbaikan sanitasi bagi masyarakat terdampak, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi darurat yang sedang berlangsung, guna meminimalkan dampak kesehatan dan sosial akibat bencana.
Ketua Tim Pengusul, Achmad Syafiuddin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat pada situasi krisis.
“Program ini diarahkan untuk memberikan bantuan langsung yang dibutuhkan masyarakat saat ini, terutama dalam aspek kesehatan, gizi, dan sanitasi, sebagai bagian dari upaya penanganan darurat bencana,” ujarnya.
LPPM UNUSA menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh Diktisaintek kepada tim dosen UNUSA. Capaian ini sekaligus menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung program pemerintah melalui pengabdian kepada masyarakat yang responsif, kontekstual, dan berdampak langsung.
Melalui kegiatan ini, UNUSA berharap dapat berkontribusi dalam meringankan beban masyarakat terdampak serta memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam penanganan bencana yang sedang terjadi.
