DOSEN MENGABDI

Kegiatan Sosialisasi Mengenal penularan Tuberkulosis Paru di Kelurahan Kebonsari Surabaya

Eppy Setiyowati, Erika Martining Wardani, Priyo Mukti Winoto
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan. Setelah selesai pelaksanaan pemberian edukati tentang tentang pengendalian penukaran penyakit tuberculosis paru dan bakti social penataan rumah sehat bersama warga (1), selanjutnya langkah akhir dari kegiatan tersebut adalah melakukan evaluasi. Evaluasi dirancang dengan membandingkan kondisi pengetahuan sebelum dan setelah intervensi pemberian edukati tentang tentang pengendalian penukaran penyakit tuberculosis paru dan bakti social penataan rumah sehat bersama warga. Untuk mendapatkan informasi tentang pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang pemberian edukati tentang tentang pengendalian penukaran penyakit tuberculosis paru dan bakti social penataan rumah sehat bersama warga, dengan menggunakan kuesioner.

Faktor lingkunganKejadian tuberculosis paru
N%
Kepadatan hunian ;
Padat
Tidak padat
99
31
40
60
Kelembabahan rumah;
Tidak memenuhi syarat
Memenuhi syarat
35
95
26.7
73.3
Pencahayaan rumah;
Tidak memenuhi syarat
Memenuhi syarat
85
45
65.4
34.6
Ventilasi udara;
Kurang
Cukup
119
11
91.5
8.5

Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat dapat memberikan informasi bahwa kondisi lingkungan sebagaimana ditampilkan pada table 2, menunjukan kepadatan hunian OR sebesar 0.671 berarti kepadatan hunian tidak berpengaruh terhadap terjadinya penularan tuberculosis paru. Hasil analisis uji statistic pada pencahayaan terhadap kejadian tuberculosis paru  nilai OR 1,170, tetapi secara statistik tidak signifikan, dengan kata lain pada penelitian ini rumah dengan pencahayaan yang tidak memenuhi syarat bukan merupakan faktor risiko kejadian TB Paru. Sedangkan pada pencahayaan rumah menunjukan nilai OR 1.170 hal tersebut memberikan informasi bahwa pencahayaan rumah bukan menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya penularan penyakit tuberculosis paru. Begitu juga ventilasi udara menunjukan hasil OR 1.231, menunjukan bahwa ventilasi udara bukan sebagai salah satu faktor penyebab penularan penyakit tuberculosis paru di kelurahan Kebonsari Surabaya.

Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut melakukan observasi dengan home visit ke setiap rumah responden didapatkan keadaan jendela rumah mereka dalam kedaan tertutup, jarang dibuka dan sebagian lagi tertutup gorden sehingga ventilasi udara terhalang masuk, meskipun secara pengukuran luas ventilasi telah memenuhi syarat (2). Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan penderita tuberkulosis paru lebih banyak yang menempati rumah dengan kelembaban rumah yang memenuhi syarat rumah sehat, hal ini disebabkan luas rumah dan jumlah kamar sesuai dengan kebutuhan dan jumlah penghuni (3). Sehingga hal tersebut tidak mempengaruhi terjadinya penularan tuberkulosis pada anggota keluarga yang tinggal serumah (4). Kelembaban yang terjadi di dalam rumah tersebut merupakan salah satu faktor risiko terhadap kejadian penularan tuberculosis paru (5). Pengukuran pencahayaan rumah dilakukan hanya pada 2 titik pada setiap titik ruangan dengan ukuran (90×90) cm2, hal ini dimaksudkan untuk menghindari terjadi kondisi kejenuhan terhadap responden ketika rumah dilakukan pengukuran (6);(7). Pengukuran Sanitasi lingkungan perumahan menunjukan adanya keterkaitan dengan dengan penularan penyakit, khususnya penularan tuberculosis paru yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis (8). Kondisi rumah yang memenuhi pencahayaan dan ventilasi yang baik akan menghambat pertumbuhan kuman mycobacterium tuberculosis (9), karena sinar ultraviolet dapat mematikan kuman mycobacterium tuberculosis dan ventilasi udara pada rumah sehat yang memenuhi syarat kesehatan dapat membantu terjadinya pertukaran udara didalam ruangan sehingga mengurangi konsentrasi penyebaran kuman mycobacterium tuberculosis yang terdapat di dalam ruangan (10); (11).

Daftar Pustaka

1. Kemenkes RI. Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis-Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 364. Kementeri Kesehat Republik Indones. 2011;(Pengendalian Tuberkulosis):110.

2. WHO. Systematic screening for active tuberculosis. Geneva, WHO/HTM/TB/201304. 2013;1–146.

3. Kementerian Kesehatan RI. Laporan Provinsi Jawa Timur RISKESDAS 2018 [Internet]. Kementerian Kesehatan RI. 2018. 191 p. Available from: https://drive.google.com/drive/folders/1XYHFQuKucZIwmCADX5ff1aDhfJgqzI-l%0A

4. WHO. Primary Health Care on the Road to Universal Health Coverage 2019 Global Monitoring Report Executive Summary. 2019;151. Available from: https://www.who.int/docs/default-source/documents/2019-uhc-report.pdf

5. Tesema T, Seyoum D, Ejeta E, Tsegaye R. Determinants of tuberculosis treatment outcome under directly observed treatment short courses in Adama City, Ethiopia. PLoS One. 2020;15(4):1–12.

6. Nduba V, Van’T Hoog AH, De Bruijn A, Mitchell EMH, Laserson K, Borgdorff M. Estimating the annual risk of infection with Mycobacterium tuberculosis among adolescents in Western Kenya in preparation for TB vaccine trials. BMC Infect Dis. 2019;19(1):1–7.

7. Agranovski IE, Safatov AS, Borodulin AI, Pyankov O V., Petrishchenko VA, Sergeev AN, et al. New personal sampler for viable airborne viruses: Feasibility study. J Aerosol Sci. 2005;36(5–6):609–17.

8. Hannah A, Dick M. J Clin Tuberc Other Mycobact Dis Identifying gaps in the quality of latent tuberculosis infection care. J Clin Tuberc Other Mycobact Dis [Internet]. 2020;18:100142. Available from: https://doi.org/10.1016/j.jctube.2020.100142

9. Sabri A, Quistrebert J, Amrani HN, Abid A, Zegmout A, Ghorfi IA, et al. Prevalence and risk factors for latent tuberculosis infection among healthcare workers in Morocco. PLoS One. 2019;14(8):1–14.

10. Kielmann K, Karat AS, Zwama G, Colvin C, Swartz A, Voce AS, et al. Tuberculosis infection prevention and control: Why we need a whole systems approach. Infect Dis Poverty. 2020;9(1):1–4.

11. MacPherson P, Lebina L, Motsomi K, Bosch Z, Milovanovic M, Ratsela A, et al. Prevalence and risk factors for latent tuberculosis infection among household contacts of index cases in two South African provinces: Analysis of baseline data from a cluster-randomised trial. PLoS One. 2020;15(3):1–14.

Fina Amru Millati, S.Kom

Admin Bidang 3 dan IT LPPM UNUSA

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *